PMIK Mesir

Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Samudera Hikmah Di Balik Jilbab Muslimah

Text

Samudera Hikmah Di Balik Jilbab Muslimah

Sufyan Bin Fuad Baswedan M. A - Nama Orang;

Isiam merupakan satu-satunya agama yang memuliakan wanita. Di dalam agama Islam, wanita ibarat mutiara yang tak ternilai harganya, hingga harus dijaga dan diperlakukan dengan lembut, agar tidak menjadi rusak karena dijamah oleh tangan-tangan jahat yang ingin mengotorinya. Hal ini bertolak belakang dengan perlakuan yang diberikan oleh masyarakat non muslim, baik di masa lalu maupun di masa sekarang.

Bukan rahasia lagi bahwa Barat telah mengalami keterpurukan moral hingga pada titik nadir. Kaum wanita di sana tidak lagi memiliki kehormatan dan kemuliaan. Mereka bahkan mendapatkan perlakuan yang sangat buruk dan dieksploatasi sedemikian rupa. Mereka diracuni dan dicekoki dengan slogan 'kebebasan', dan dibuai dengan isu kesetaraan gender.

Menyaksikan kondisi kaum muslimin yang demikian ketat menjaga nilai-nilai keluhuran dan moral, hingga mereka hidup dalam kondisi tenang, sementara kaum muslimat terpelihara kehormatannya dan mendapatkan perlakuan sangat mulia, masyarakat barat merasa iri, dengki dan tidak rela dengan kondisi tersebut.

Mereka ingin merenggut kehormatan dan kemuliaan yang selama ini dinikmati oleh kaum muslimin, lalu menulari mereka dengan berbagai keburukan dan meracuni kaum muslimat dengan isu kebebasan dan kesetaraan gender. Mereka mengatakan bahwa hijab merupakan simbol penindasan, perenggutan hak, dan pelanggaran terhadap kebebasan kaum wanita, sehingga harus ditanggalkan. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, mereka menggunakan berbagai sarana dan cara. Hingga akhirnya hijab ditinggalkan oleh kaum muslimat dan dianggap sebagai simbol kemunduran dan tidak lagi relevan untuk dikenakan di masa sekarang.

Buku di tangan pembaca ini merupakan salah satu upaya untuk meluruskan persepsi salah terhadap hijab yang selama ini terlanjur berkembang di kalangan kaum muslimin. Penulis dengan begitu meyakinkan mampu mendudukkan permasalahan hijab, baik dari tinjauan syar'i, histori, empiris, maupun medis. Sehingga tidak tersisa lagi alasan bagi siapapun untuk menolak hijab.


Ketersediaan
B00199KSUM210 Fua STersedia
Informasi Detail
Judul Seri
B-10.434
No. Panggil
210 Fua S
Penerbit
Jakarta : Pustaka Al-Ibanah., 2015
Deskripsi Fisik
218
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-1002-06-6
Klasifikasi
210
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
3
Subjek
Keislaman Umum
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PMIK Mesir
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Kami Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo Bediri Sejak .............

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik