Text
Syair Cinta Pejuang Damaskus
ada awalnya kemenangan tak terduga atas sang Pemimpin Kavaleri, dalam pertarungan Birjas di Maydan Sultan. Takdir Asad si Pedagang Pasar Suqul Khayyath, Damas-kus, mulai mencatatkan diri sebagai orang kepercayaan Sultan Salahuddin. Satu tekad ditanam, membara di dada: bebaskan bumi al-Aqsha, Palestina, dari pendudukan Tentara Salib.
Pada penggapaian tekad, Asad tampil gemilang. Cengkeraman Tentara Salib di negeri sepanjang Jazirah Asia-Afrika perlahan di-kembalikan dalam dekapan kemuliaan Islam. Maka, Asad pun men-jadi bugh bibir yang tak habis untuk dibicarakan. Namun, nama emas Asad melahirkan dengki dan pengkhianatan dari orang-orang yang dihormatinya. Bahkan Sang Sultan pun turut berjarak dengannya.
Dalam keterasingan, Asad tetaplah pejuang tangguh selaksa di medan perang. Pena di tangan tak ubahnya pedang yang di-mainkan untuk menebas leher lawan. Pena yang melahirkan syair cinta pada seorang yang dirindukannya.
| B00387SAS | 899.23 Elv S | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain